Minggu, 03 Agustus 2014

Period End

Period End (Video) Buka video disini…
Penjelasan tentang Period End ada

Akun Default Mata Uang belum di Definisikan

Jika muncul konfirmasi seperti dibawah ini pada saat melakukan Proses Akhir Bulan(Period End) dari Activities | Periodic | Period End :
“Akun default mata uang Realisasi L/R dan Unrealis L/R belum didefinisikan. Lihat “Preferensi” “
Hal ini dikarenakan ada Default Account  yang belum diisi, untuk itu kita bisa cek dari Setup | Preferences | Currency Default Account.  Disana kita bisa pilih masing-masing Currency dan pastikan Default account-account dibawahnya sudah sudah terisi semua. Setelah itu baru kemudian kita lakukan Period End di periode yang dimaksud.

Sudah Period End, ada New FA belum diinput

Jika kita sudah lakukan Period End misal bulan Juni, tapi ada New Fixed Asset yang belum diinput yang tanggal beli dan tanggal pakainya adalah bulan Mei.  Yang harus dilakukan  :
1. Buat Fixed Asset baru tersebut dengan Aquitiotion Date dan Usage Date nya sesuai dengan kapan di beli dan mulai disusutkan.
2. Lakukan Period End ulang untuk bulan Mei  dan bulan Juni (Activities | Periodic | Period End).

Memunculkan Item DP(-1) Di Daftar Barang Yang Digunakan Untuk Mencatat DP Penjualan Dan Pembeli


Apabila Anda baru pertama kali setup awal database, item DP (item dengan nomor -1), tidak muncul di menu Daftar Barang. Bagaimana  cara untuk membuatnya, silahkan ikuti panduan di bawah ini.
  • Dari Menu List | Item, lalu klik New.
  • Pilih tipe item menjadi Non Inventory Part.
  • Isikan pada bagian Item No dengan -1
  • Kemudian pada bagian Item Description, isikan Down Payment, lalu klik OK.
  • Akan tampil konfirmasi seperti di bawah ini. Silahkan Anda klik OK, agar item DP dapat terbentuk.
DP


Mengetahui IP Address Komputer

Apabila Anda menggunakan ACCURATE dengan lebih dari satu komputer, maka informasi IP address komputer server, serta cara mensettingnya sangat diperlukan. Berikut ini langkah-langkah untuk mengetahui informasi IP address suatu komputer, cara mengetahui 2 komputer atau lebih sudah saling terkoneksi dan juga cara mensetting ip address komputer.
  • Untuk mengetahui IP Address suatu komputer caranya dari Start di Windows, klik Run kemudian ketikkan cmd lalu OK.
  • Akan tampil layar hitam seperti pada contoh gambar dibawah, kemudian pada kursor yang bergerak ketikkan ipconfig lalu Enter
ip1
  • Pada layar tsb akan diinformasikan IP address dari komputer Anda, sebagai contoh dari gambar diatas, IP address nya adalah 192.168.1.219
  • Selanjutnya, apabila Anda ingin mengetahui satu atau dua komputer apakah sudah ada koneksi jaringan atau belum, langkah-langkahnya sama seperti Anda mengetahui ip address, tetapi yang Anda ketikkan adalah ping “IP dari komputer yang akan Anda tes sudah ada koneksi dengan komputer Anda atau belum”.
  • Ketikkan ping (ip address komputer yang dituju). Sebagai contoh dari komputer A, yang ber IP kan 192.168.1.123 ingin mengecek koneksi dengan komputer yang ber IP kan 192.168.1.219, maka format pengetikannya ping 192.168.1.219
  • Jika dikonfirm Reply, berarti kondisi 2 komputer tersebut sudah terhubung, tetapi jika dikonfirmasi Request Time Out ataupun Destination Host Unreachable, berarti kedua komputer tersebut belum terhubung. Anda dapat mengecek kabel LAN atau Wireless Anda apakah sudah terhubung dengan benar.
ip2
  • Selain itu apabila Anda ingin mensetting IP address komputer Anda, maka Anda dapat mensettingnya dari menu Start | Control Panel, lalu pilih Network Connection, selanjutnya pada bagian LAN atau Wireless Network Connections klik kanan pilih Properties, akan muncul tampilan seperti pada gambar, klik pada bagian TCP/IP, lalu dibagian IP address dan Subnet Mask silahkan Anda tentukan. (Untuk proses ini sebaiknya dilakukan oleh bagian IT perusahaan Anda atau yang memahami masalah jaringan).
ip3


Cara Mengirimkan Database Kepada Customer Support ACCURATE Via Email.

Pada suatu ketika Customer Support ACCURATE membutuhkan database dari Customer untuk mengecek permasalahan yang dilaporkan. Contohnya permasalahan kerusakan data ataupun hal lain yang memerlukan database agar dapat segera diketahui penyebabnya.
Langkah-langkah apa yang harus Anda lakukan apabila diminta oleh Customer Support untuk mengirimkan database, berikut ini adalah prosedur yang harus Anda lakukan.
  • Jika permasalahan tsb bukan kerusakan data, artinya database asli masih dapat dibuka secara normal, silahkan lakukan proses backup. Dari menu File | Backup, kemudian tentukan lokasi tempat dan nama backupnya, lalu klik OK.
1
  • Setelah dikonfirm Sukses, silahkan kompres file GBK hasil backup tadi dengan Winrar atau Winzip. Caranya dari Windows Explorer, Anda menuju lokasi file GBK tsb, lalu klik kanan pilih Add To Archive. Tentukan tipe pilihannya RAR atau ZIP kemudian klik OK. (Dalam kasus data sudah tidak bisa dibuka, dan kita tidak bisa juga melakukan langkah pertama diatas, kita langsung ke Windows Explorer dimana lokasi database ACCURATE berada dan temukan file gdb dan gbk terakhir untuk dapat di zip dan dikirimkan ke Support.)
2
3
  • Setelah berhasil, akan dikonfirmasikan link untuk mendownload dan menghapus file tsb. Silahkan informasikan link download dan delete nya dengan mengcopy ke badan email yang akan dikirimkan kepada Customer Support.
4
  • Selanjutnya kirimkan email konfirmasi kepada Customer Support yang berisi informasi permasalahan dan link databasenya.
Catatan : Apabila permasalahan tsb dikarenakan kerusakan database dan alternatif yang telah diinformasikan oleh Customer Support adalah mengirimkan file GDB atau Master Database nya, maka lakukan langkah yang sama dengan cara diatas, tetapi untuk file yang di kompress adalah file GDB asli atau master yang sedang mengalami kerusakan. Selanjutnya kirimkan link download dan delete nya kepada kami setelah berhasil diupload.


Memasukkan Serial Number(SN) Dengan Cara Import dari Excel Pada Item dengan Fitur SN.

Pada ACCURATE versi 4, terdapat fitur untuk Manage Serial Number. Proses input serial number ada yang sifatnya Force (Harus Input SN pada Transaksi) dan ada juga pilihan selain Force, yaitu dengan melepas centangan Force SN pada Tab Inventory Control dari suatu item.
Ilustrasinya seperti gambar dibawah ini. Dalam contoh ini kami sertakan juga transaksi tsb adalah transaksi saldo awal, dengan kuantitas barang sebanyak 10 unit.
1
Ketika terjadi transaksi masuk, ACCURATE tidak langsung meminta Serial Number dari item tsb. Selanjutnya untuk memasukkan SN dari item tadi melalui file excel, berikut ini langkah-langkahnya.
  • Siapkan excel yang akan diimport dengan format seperti pada gambar. Karena jumlah kuantitas barang ada 10 unit, maka isikan jumlah SN sebanyak 10 unit.
2
  • Selanjutnya dari menu utama ACCURATE  Activities | Inventory | Serial Number Transaction Entry, tentukan Transaction Type nya. Karena saldo awal, maka akan membentuk transaksi Inventory Adjustment, silahkan pilih Tipe Transaksi adalah Inventory Adjustment.
  • Pada bagian Transaction No, isikan nomor inventory adjustment yang terbentuk dari saldo awal item tsb.
  • Pada bagian Item, ACCURATE secara otomatis akan menampilkan item-item yang ada pada inventory adjustment tsb, mulai dari informasi Nomor barang, Nama Barang dan informasi lainnya. Klik pada bagian Kolom Serial Number sehingga akan muncul tampilan seperti pada gambar. Ikuti proses tsb mulai dari langkah 1, 2 dan 3, lalu klik Open dan Extract.
3
  • Setelah klik Extract akan tampil seperti pada gambar dibawah ini. Silahkan Anda klik kanan Delete pada bagian judul kolom, dan mappingkan item no dengan item no dan serial number dengan serial number.
4
5
  • Setelah selesai, klik Import dan pastikan tampilan seperti pada gambar, kemudian klik OK dan Save and Close.
6

Allocation For Production Saat Period End/ Flow Manufacture

Di pencatatan manufaktur di kenal Standard Cost dan Actual Cost. Standard Cost diperoleh dari formula produksi untuk membuat suatu produk, sedang Actual Cost adalah biaya real yang dikeluarkan untuk membuat produk tsb. Mengapa beda? karena saat proses produksi ada kemungkinan terjadi penyimpangan(variance) dari formula yang sudah dibuat, baik di pemakaian bahan baku atau biaya overhead.
Seperti informasi di  flow manufaktur di ACCURATE, ACCURATE menggunakan Actual Cost saat :
  • Material Release atas pengeluaran Bahan(mengikuti cost FIFO atau Average tergantung metode yang di gunakan data tsb) dan
  • Alokasi biaya ke biaya produksi saat Period End 
Pembahasan kali ini tentang alokasi biaya sebagai biaya produksi saat period end. Agar saldo suatu akun biaya dapat dialokasikan ke biaya produksi maka perlu mencentang pilihan “Allocation for Production” seperti pada gambar dibawah ini dari Daftar Akun.
List | Chart of Account, disetiap akun tipe Biaya(Expense) & Biaya Lain(Other Expense).
List | Chart of Account, disetiap akun tipe Biaya(Expense) & Biaya Lain(Other Expense).
Dengan begitu biaya-biaya tsb akan muncul berikut dengan saldo periode yang sedang di period end untuk dapat dialokasikan sebagai biaya aktual produksi. Akun-akun biaya tersebut akan ditampilkan di bagian Production Alocation Cost, kolom-kolom yang perlu diketahui disini :
  • % Alloc, isi dengan berapa % dari total Biaya periode tsb yang akan di alokasi sebagai Biaya Aktual Produksi.
  • Allocated Amount, jika bukan dalam persentase kita juga bisa menentukan langsung berapa nilai yang akan di alokasikan ke biaya aktual produksi.
  • Allocate, centang untuk mengalokasikan ke biaya produksi.
  • Auto Calc, centang jika diharapkan ACCURATE yang menghitung otomatis distribusi biaya tsb ke masing-masing work order(WO) yang masih outstanding dan menggunakan akun biaya tsb di Conversion Cost nya.
Activities | Periodik | Period End. Tentukan periode dan tahun yang akan di period end.
Gambar dibawah ini contoh jika kita pilih Auto Calc sehingga ACCURATE otomatis mendistribusikan saldo biaya yang dialokasikan ke produksi ke masing-masing WO. Tampilkan dengan cara double-click di baris akun Biaya yang dimaksud.
AllocationToProduction3

Perhitungan AUTO CALC
Perlu diketahui WO yang akan mendapat distribusi biaya aktual dari akun biaya yang ada di period end adalah :
  1. WO yang masih outstanding sampai dengan periode yang sedang di period end.
  2. WO yang Conversion Cost nya menggunakan akun biaya yang sedang dialokasikan di period end.
AllocationToProduction5Cara perhitungannya Auto Calc secara proporsional, dengan contoh diatas dimana WO outstanding hanya dua yaitu WO 1001 dan 1002 maka,
AllocationToProduction6Namun demikian kita masih bisa mengganti manual nilai hasil Auto Calc tsb jika diperlukan, dengan mengganti nilai hasil Auto Calc yang ada di kolom Amount disetiap baris WO di tampilan period end.

REPORT
Alokasi biaya aktual ke masing-masing WO saat period end dapat dilihat hasil nya di Report | Index to Report | Manufacturing Reports | Variant Production By WO, di baris Perio untuk setiap WO nya.
AllocationToProduction4



Apa fungsi option “Default” di Bill of Material(BOM)

DefaultBOM
Saat kita membuat Bill of Material(BOM)/Formula Produksi dari Activities | Manufacture | Bill of Material, dibagian atas form BOM terdapat Option Default. Untuk Bill of Material yang dicentang bagian Default nya, maka BOM/Formula Produksi ini yang akan digunakan saat kita Select SO di form Work Order(WO).
Dimaksudkan jika kita punya lebih dari satu Formula(BOM) untuk satu item Barang Jadi, maka saat kita Select SO dari pesanan Barang Jadi tsb, yang akan otomatis dipakai adalah formula dari Bill of Material yang dicentang bagian Default nya.
DefaultBOM_2


Flow Aktivitas Manufaktur

Flow ManufakturPersiapan penggunaan modul Manufaktur :
  1. Aktifkan Fitur Manufaktur dari Setup | Preferences | Feature | Manufacturing Module. Kemudian Lengkapi Production Default Account dari Setup | Preferences | Production Def. Accnt untuk Expense Account, WIP dan Variance Expense.
  2. Daftarkan semua item barang Bahan Baku(Raw Material), Bahan Penolong(Subsidiary Material), Barang Setengah Jadi(WIP Material) dan Barang Jadi(Finished Goods Material) dari List | Items.
  3. List | Manufactures | Standard Items Cost, Tentukan Standard Cost untuk setiap item barang Raw Material dan Subsidiary Material. Standard Cost ini yang akan membentuk Cost Barang Jadi hasil Produksi memperhatikan Efektif Date yang berlaku juga.
  4. List | Manufactures | Conversions Cost. Untuk biaya-biaya yang akan menambah Cost Barang Jadi, seperti Biaya Tenaga Kerja dan Overhead, kita bisa listingkan disini, contoh: Upah Mandor yang account nya kita pilih ke akun Biaya Upah Produksi misal nya.
  5. List | Manufactures | Standard Conversions Cost. Tentukan Standard Cost untuk masing-masing Conversion Cost yang akan berkontribusi menentukan Cost Barang Jadi hasil Produksi.
  6. List List | Manufactures | Bill of Material(BOM) atau Formula Produksi, Disini kita buat Formula Produksi dari Product-product yang akan di produksi. Formula Produksi terdiri dari Material dan Conversion Cost(jika ada dan mau ditambahkan ke cost Product barang jadi).
Selesai Persiapan, berikutnya pencatatan aktifitas Produksi :
  1. Activities | Manufacture | Work Order(WO). Setiap ada pekerjaan untuk membuat suatu produk, kita membuat Surat Perintah Kerja(WO), disini kita tentukan mau membuat Barang apa dengan memilih item dan Formula yang mau dibuat atau Select SO(membuat barang yang dipesan Customer). Jika Select SO otomatis Formula BOM yang diambil adalah Bom Default. Standar Cost yang digunakan by default adalah sesuai Standard Cost yang efektif berlaku saat itu dililhat dari Efektif Date Standard Item dan Conversion Cost, namun saat di WO ini juga kita bisa rubah Formula yang sudah dipilih atau otomatis tampil tsb, baik rubah Qty dan Cost juga Item yang akan digunakan apakah ada yang akan ditambah atau dikurang.
  2. Activities | Manufacture | Material Release. Saat ada pengeluaran bahan baku untuk produksi, kita catat di Material Release dengan memilih WO mana yang sedang akan dikeluarkan Bahan Produksi nya untuk menambah saldo account WIP dan memotong stok persediaan bahan. Jurnal yang terbentuk disini (Dr)WIP pada (Cr) Inventory Raw Material, Subsidiary atau akun Persediaan Barang Setengah Jadi.
  3. Activities | Manufacture | Product and Material Result. Saat barang sudah selesai di produksi dan akan dimasukkan ke gudang untuk menambah stok Barang Setengah Jadi atau Barang Jadi hasil produksi, kita catat di Product and Material Result. Product and Material Result juga digunakan untuk mencatat pengembalian bahan baku sisa produksi. Jurnal yang terbentuk disini (Dr)Inventory Finish Good atau akun Persediaan Barang Setengah Jadi pada (Cr)WIP.
  4. Setiap akhir bulan setelah selesai input semua transaksi di periode tsb, lakukan Period End dari Activities | Periodik | Period End. Disini kita mengalokasikan Biaya-Biaya Actual Produksi, Biaya-biaya Actual yang di alokasikan saat Period End ini berkontribusi menambah WIP Actual(Material Release +Biaya²Actual). yang oleh ACCURATE akan di compare dengan WIP Standard(Product and Material Result) yang variance nya akan di alokasikan ke Variance Expense account. Karena modul Manufaktur ACCURATE menggunakan Standar Cost, berikut ini gambaran kapan Standard dan Actual Cost digunakan dan di alokasikan ke akun WIP.
Standard_vs_Actual Cost

Share this:

Rabu, 23 Juli 2014

SERVER NOT READY(SERVER BELUM SIAP)
Saat buka database gdb di ACCURATE muncul konfirmasi,
“SERVER NOT READY
Please ensure that your firebird on server LOCALHOST can listen on port 3051
Your computer may be behind firewall
Firebird not started yet”
Disini ada 2 kemungkinan yang menyebabkan munculnya konfirmasi tsb :
  1. Firebird tidak running
  2. Jaringan(Network client ke Server)

Firebird tidak running

Firebird yang adalah database yang digunakan ACCURATE harus terinstall dan running statusnya di komputer tempat file data .gdb disimpan(komputer server). Untuk itu kita bisa cek ke komputer tempat data GDB disimpan ke Start | Control Panel | Administrative Tools | Services, cari Firebird pastikan statusnya Started.
Jika tidak ditemukan Firebird di Services, kemungkinan Firebird belum terinstall, install Firebird terlebih dahulu menggunakan Installer(file Setup) ACCURATE dengan memastikan option Server tercentang saat penginstallan. Setelah itu coba buka data kembali.

Jaringan(Network Client ke Server)

Setelah memastikan Firebird Running di komputer Server tapi saat buka data masih muncul pesan “Server not Ready”, hal yang perlu diketahui Terjadi di komputer mana? Berikut ini beberapa kemungkinan dan cara pengecekannya :
  • Server bisa buka, tapi semua Client yang mau buka data ke komputer Server dengan cara Remote tidak bisa.

Pastikan saat buka secara Remote dari komputer Client untuk Server Name kita sudah isi dengan IPAddress komputer Server yang benar. Cara mengetahui berapa IPAddress komputer server, di komputer tempat data yang akan dibuka(server) lakukan IPConfig dari Start | Run, ketikkan cmd lalu enter, ditampilan CPrompt ketikkan ipconfig lalu enter, akan diinformasikan berapa nomor IPAddress komputer server tsb, jika ternyata tadi waktu buka data salah IPAddress nya, silahkan dicoba lagi buka data dengan IPAddress server yang seharusnya.
Untuk pengetikkan alamat data .gdb saat kita remote dari Client ke Server, cara pengetikkannya seperti kalau kita di komputer local server, jadi kalau data ada di drive C server maka kita langsung ketikkan C:\dstnya..gdb. Jadi tidak perlu melakukan mapping drive atau folder tempat data, karena kita tidak bisa menggunakan hasil mapping tsb.
Jika sudah mengettikan IPAddress dan alamat yang benar masih muncul konfirmasi yang sama, dari komputer Server kita ke Start | Control Panel | Windows Firewall, pastikan disana kita pilih OFF, lalu coba buka data kembali. Jika berhasil buka data dan kita mau Windows Firewall kondisinya ON, kita bisa buat Exception caranya silahkan klik disini.
  • Server dan beberapa Client bisa buka, tapi hanya Client tertentu saja tidak bisa buka.

Jika hanya client tertentu saja yang tidak bisa buka data dengan konfirmasi Server not Ready, pastikan waktu buka data untuk pengetikkan IPAddress Server dan Alamat data sudah sama caranya seperti komputer client yang lainnya. Untuk mengetahui IPAddress server dan alamat yang sudah dibuka komputer Client yang lainnya, kita bisa lihat tampilan komputer Client yang lain yang sudah berhasil buka data, dibagian paling atas tampilan ACCURATE terdapat informasi Remote nya ke IP berapa dan berikut alamat file gdb nya.
Selain itu pastikan koneksi jaringan komputer client yang tidak bisa buka data ini sudah terhubung dengan baik, cara pengecekkannya kita ping ke komputer Server dari komputer Client tsb ke Start | Run, ketikkan cmd lalu enter, ditampilan cPrompt ketikan ping ipaddress server, contohnya ping 192.168.1.10 lalu enter, pastikan konfirmasinya adalah Reply. Kalau konfirmasi yang keluar Request Time Out silahkan di cek kembali koneksi jaringan komputer client tsb, misal kable LAN yang colok ke PC atau ke HUB ada longgar bisa coba di cabut colok kembali. Jika ping sudah Reply seharusnya waktu buka data dengan IP dan alamat data di server yang benar sudah bisa buka data.
  • Server(komputer tempat data) sendiri buka tidak bisa dan semua komputer Client juga jadi tidak bisa buka data.

Selain pastikan Firebird statusnya sudah running, lakukan langkah berikut :
  1. Dissable/matikan antivirus yang running di komputer server atau kalau perlu di uninstall bersih dulu antivirus yang ada di server, lalu coba buka data kembali. Hal ini dilakukan barangkali ada Firewall bawaan dari Antivirus yang memblok Port yang digunakan ACCURATE yaitu port 3051 dan 3052. Jika tahu cara buat exception di antivirus tsb silahkan buka permission untuk port tsb.
  2. Pastikan IPAddress di komputer server sudah di setting. Bisa di cek dengan cara ping localhost dari cPrompt, dan kalau kita ketikkan ipconfig di cprompt tsb informasi IPAddress nya keluar.

Different

Jika pada saat buka database muncul konfirmasi “Different Firebird version, please upgrade your Firebird.”, artinya bahwa database yang sedang kita buka pernah dibuka dengan Firebird diatas dari Firebird yang sekarang ini terinstall di komputer tempat data yang sedang dibuka tsb.
Kemungkinan komputer tersebut baru saja di install ulang Accurate nya tapi ternyata terinstall dengan Firebird versi yang lebih rendah di banding yang biasa di pakai untuk membuka database tsb. Atau barangkali data yang sedang dibuka adalah hasil kiriman atau copy-an dari tempat lain yang Firebird versi nya lebih tinggi.
Solusinya adalah kita install Firebird yang versi nya sama dengan atau lebih tinggi  dari versi Firebird yang pernah membuka database tsb.
Untuk mengetahui versi Firebird yang digunakan, dari komputer tempat data disimpan ke Start – Control Panel, double-click Firebird.
Atau mudahnya sekaligus upgrade, kita install pakai versi rilis yang terakhir dari versi yang kita gunakan, harusnya akan diinstall versi Firebird terakhir yang digunakan Accurate. Misal kita gunakan v3 maka install v3 rilis terakhir, atau jika kita menggunakan v4, gunakan installer versi 4 rilis terakhir, jadi sekaligus upgrade ke versi rilis terbaru. Installer bisa di download dari bagian Download. Untuk cara upgrade minor silakan 

 http://solutioncenter.wordpress.com/2012/05/09/cara-menghapus-history-alamat-databasegdb/

Kamis, 17 Juli 2014

Job Costing

Jika pada saat Finishing To Item dari List | Job Costing, edit Job Costing yang mau dimaksud lalu klik Finishing, pilih To Item waktu pilih item muncul konfirmasi :
“Anda tidak dapat menyelesaikan pesanan yang ada di dalam Pembiayaan Pesanan. Silakan pilih Barang yang lain!”
atau
“You Cannot Roll Over into Items that exists in this Job Cost. Plese select another item!”
Ini dikarenakan kita Roll Over atau Finishing ke No Item yang dipakai di Form Job Costing yang sedang di Finishing.
Contoh di form Job Costing kita masukkan item A, B dan C. Waktu Finishing kita tidak bisa memilih item A, B atau C, harus di Finishing

 JOB COSTING OUTSTANDING SETELAH CUTOFF

Proses Cutoff dari menu File – Cutoff Company tidak membawa masing-masing Job Costing Outstanding ke data hasil Cutoff. Yang dibawa ke data hasil cutoff berupa saldo Account WIP(Barang Dalam Proses) di Neraca, total dari semua Job Costing yang masih belum selesai proses(Outstanding) .
Yang harus dilakukan untuk melakukan Finishing dari masing-masing JC adalah :
  1. Activities – Inventory – Inventory Adjustment
  2. Adjustment Account pilih ke account Work In Process(Barang dalam Proses)
  3. Centang Value Adjusment
  4. Pilih Item Barang Jadi hasil dari proses Finishing dari satu Job Costing, dan isi New Qty sejumlah (CurrentQyt + Qty hasil Finising JC), isi New Value dengan (Current Value + Total Cost satu JC). Total Cost satu JC dilihat dari Total Cost satu JC di data sebelum Cutoff .
  5. Save&Close
Cara Lain atau jika kita masih mau ada penambahan bahan baku dan biaya di Outstanding JC tsb, yang kita lakukan di data setelah Cutoff :
  1. Activities – Job Costing , kita buat JC baru.
  2. Job Cost Account pilih account WIP
  3. Expense Account pilih account WIP juga dan isi jumlah rupiah sebesar saldo awal dr JC tersebut sesuai didata sebelum Cutoff.
  4. Jika diperlukan ada penambahan bahan baku dan item silakan ditambahkan seperti biasa di Tab Item dan Expense.
  5. Untuk Finishing edit Job costing tersebut lalu klik button Finishing.

INVENTORY


 MENGGUNAKAN RESERVERD UNTUK KETERANGAN TAMBAHAN

Custom Field yang dapat kita temukan di setiap Item yang ada di List | Items, berfungsi untuk memberi keterangan tambahan item bersangkutan sehingga bisa ditampilkan di Invoice saat item tsb dipilih. Contoh keterangan untuk Warna, Ukuran, Merk, dll, dapat juga berupa angka yang dapat di jumlah.
Reserved1
Berikut ini dijelaskan bagaimana kita mengatur agar Custom Field(Reserved) dapat ditampilkan di layar dan juga di hasil cetak Invoice :
  1. Setup | Form Template | Sales Invoice, edit template yang dimaksud, di halaman DETAIL terdapat Reserved 1 sd 10.
  2. Centang bagian Screen(Layar) pada baris Reserved yang ingin ditampilkan di layar untuk kita dapat input keterangan di kolom tsb. Centang bagian Print(Cetak) untuk ditampilkan di hasil preview&cetak faktur.
  3. Bagian Name dibaris Reserved yang dimaksud ganti dengan judul kolom yang di harapkan tampil di Screen(layar).
  4. Order adalah urutan kolom dari kiri kekanan bagian Detail item, mulai dari 0 dst nya, 0 adalah paling kiri. Silahkan dirubah urutan Order jika diperlukan.
  5. Klik tombol Designer untuk mengatur lebar masing-masing kolom bagian Detail.
  6. Bisa juga keterangan yang diinput di kolom Reserved di letakkan di kolom yang sudah ada, misal dibawah atau disamping [Item Description], jika penggunaannya seperti ini, tidak perlu centang bagian Print di DETAIL (langkah 2 diatas), kita cukup menambahkan variable [Reserved1] di kolom Item Description.
  7. Close Designer dan pilih Yes untuk konfirmasi simpan perubahan.
Reserved2
Designer Invoice
Designer Invoice
Jika keterangan di kolom Reserved1 dan Reserved2 ingin ditampilkan setelah Item Description.
Jika keterangan di kolom Reserved1 dan Reserved2 ingin ditampilkan setelah Item Description.
Tampilan Screen(Layar) Invoice setelah centang Screen Reserved1 di template.
Tampilan Screen(Layar) Invoice setelah centang Screen Reserved1 di template.

 
 
CONTOH PERHITUNGAN REUPDATE BY BILL
Sebelumnya ada di bahas tentang Difference Unbilled Account mengenai kapan account tsb digunakan saat kita transaksi di ACCURATE dan setting apa yang membuat ada nilai yang teralokasi ke account tsb. Maka pada kesempatan kali ini seperti pada gambar dibawah ini adalah contoh jika kita memilih setting Reupdate by Bill.
Setup(Persiapan) | Preferences | Purchase(Pembelian) | Receive Item(Penerimaan Barang) dengan memilih Reupdate by Bill, dimaksudkan jika ada penambahan Cost saat pencatatan Faktur Pembelian/Bill atas Penerimaan Barang(RI), maka ACCURATE akan mengupdate Cost Masuk atas Persediaan yang masuk di tanggal RI. Pada gambar berikut ini dijelaskan :
ReupdateByBill

 
LAPORAN KAS BANK YANG ADA YANG DAPAT MENAMPILKAN AKUN LAWAN DARI TRANSAKSI YANG BERKAITAN DENGAN KAS
Bapak Ahmad sebagai Finance dari PT Alkaline setiap hari nya menginput transaksi pelunasan atau pembayaran Invoice termasuk biaya-biaya  yang berkaitan dengan  Kas Bank.  Karena banyaknya transaksi yang sudah diinput kendala yang dihadapi oleh Pak Ahmad sulitnya mencari report yang dapat menampilkan akun lawan beserta no transaksi  yang berkaitan dengan akun Kas Bank tsb.   Karena kalau melihat dari laporan Buku Bank tidak dapat terlihat akun lawan dari akun Kas Bank nya.  Selain itu Pak Ahmad ingin ketika atasannya meminta pertanggungjawaban dari uang Kas bank yang sudah masuk  atau keluar setiap bulan digunakan untuk akun apa saja, Pak Ahmad sudah bisa langsung berikan report tsb  dalam waktu cepat dan juga sebagai  acuan untuk membuat budget akun Kas Bank  di bulan berikutnya.
Report yang diinginkan oleh Pak Ahmad dapat dilihat dari menu Report| Index to Report| Cash Bank | Cash Flow by Account. Berikut cara modifikasi reportnya:
  1. Di menu Report | Index to Report |Cash Bank| Cash Flow By Account, filter tanggalnya sesuai dengan tanggal yang diinginkan.
  2. Klik Modify akan muncul Report Format. Pilih Page Setup& Fonts dibagian Orientation  pilih Landscape.
  3. Masih di tampilan Report Format pilih Analysis, centang untuk Show Report as Analysis Model  akan muncul  tampilan Row Axis dan Coloumn Axis.
  4. Pada  Row Axis di bagian Coloumn nya pilih Bank Name dan klik dibagian Multi Coloumn. Lalu pilih Account Name,  Date, dan Description .
  5. Pada  Coloumn Axis pilih Source Type dan di Data Fields centang Amount lalu klik Ok.
Berikut capture untuk tampilan modify
edit1
Bank2
Bank3
bank4
Bank5



Selasa, 08 Juli 2014

Cara Download Installer ACCURATE & RENE

Berikut ini langkah-langkah untuk mendownload installer Accurate dan Rene :
  1. Untuk mendownload Versi ACCURATE atau RENE terbaru, silahkan masuk ke website http://www.cpssoft.com/index.php/download sedangkan untuk mendownload installer ACCURATE dan RENE  versi sebelumnya (versi lama) silahkan masuk ke web http://deluxeaccounting.com/downloads/previous/
  2. Setelah kita click link installer yang mau di download, maka kita harus mengisikan email dan nama terlebih dahulu ke halaman “https://secure.payglobalone.com/“
  3. Ke alamat email tersebutlah yang nantinya akan dikirimkan kode otorisasi yang harus di input kembali ke halaman “https://secure.payglobalone.com/” pada bagian “Authorize Your Payment”.
  4. Kemudian ke alamat email tersebut juga akan dikirimkan email lagi yang berisi link untuk bisa dipakai mendownload file yang diinginkan.



Uninstall

Berikut ini cara uninstall bersih ACCURATE :
  1. Dari C:\Program Files\CPSSoft\ACCURATE, double klik Unwise.exe  pilih Custom - Next – Select All – Next.. – Yes to All.
  2. Pilih Start | Control Panel | Firebird, double klik lalu klik stop kemudian hapus program Firebirdnya dari C:\Program Files, klik kanan Delete di folder Firebird.
  3. Start | Run | Regedit, disana ke HKEY local machine | Software |Cpssoft | hapus folder ACCURATE, dan lakukan juga di HKEY current user |Software | Cpssoft | hapus folder ACCURATE.
  4. Selanjutnya restart komputernya, lalu instal ulang ACCURATE nya, pastikan sewaktu install tidak ada konfirmasi error, jika ada mohon informasikan error tersebut melalui email di support@cpssoft.com.

Menghilangkan Firebird dari Control Panel setelah Uninstall Accurate

Setelah Uninstall Accurate, lalu hapus Folder Firebird di C:\Program Files, tapi di Control Panel masih ada Firebird dengan Status Not Installed, cara menghilangkan Firebird dari Control Panel :
  1. Dari Windows Explorer
  2. Ke c:\Windows\System32, cari file firebird.cpl.
  3. Hapus file firebird.cpl tsb. Harus nya di Control Panel sudah tidak tampil lag

Could Not Initialize Installation (CRC)

Could Not Initialize Installation (CRC) pada saat Installasi atau pada saat mau menjalankan Installer Accurate, hal ini dikarenakan file Setup/Installer tsb corrupt.
Jadi jika file tsb adalah hasil download, lakukan download ulang dan coba lagi jalankan Installer hasil download tsb.
Jika hasil copy file setup nya, copy ulang atau pastikan di komputer lain juga bisa dijalankan file instaler tsb, jika tidak bisa juga, download installer dari website http://www.cpssoft.com Installer versi berapa yang dibutuhkan.

Merubah Port yang digunakan ACCURATE v4

Port yang digunakan Accurate v4 adalah 3052, jika kita bermaksud merubah port tersebut menjadi Port 3053 misalnya, maka bisa dicoba langkah sbb :
  1. Ke alamat folder Firebird di install, yang biasa ada di C:\Program Files\Firebird\ buka file “Firebird.conf“.
  2. Cari bagian : #RemoteAuxPort = 0
  3. Ganti menjadi : RemoteAuxPort = 3053
  4. Lalu coba buka data seperti biasa dari Server dan Client.